Buat Akun DQLab & Akses Kelas Data Science Python, R, SQL, Excel GRATIS!

Kisah Transformasi Produktivitas Dony yang Sekarang jadi Data-Driven Professional

Belajar Data Science di Rumah 30-Oktober-2024
https://dqlab.id/files/dqlab/cache/kv-2-banner-member-sharing-2024-10-30-094808_x_Thumbnail800.jpg

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, menguasai data analysis adalah nilai tambah yang sangat signifikan, terutama di industri manufaktur. Salah satu lulusan program DQLab, Dony Martha Ajie, seorang Product Engineer di PT Indonesia Epson Industry, membagikan perjalanan dan dampak yang ia rasakan setelah mengikuti program DQLab, yang khususnya mendalami Excel dan data analysis. Yuk, intip pengalaman Dony dalam mengatasi tantangan di dunia profesional dengan kemampuan data yang diperoleh dari DQLab, serta menginspirasi banyak orang yang ingin lebih memahami pentingnya skill ini!


1. Dari Tantangan di Pekerjaan Hingga Dorongan untuk Belajar Data Analysis

Dony, lulusan S1 Teknik Mesin dari Universitas Diponegoro dan S2 Teknik Industri dan Manajemen dari ITB, sebenarnya sudah memiliki latar belakang di bidang teknologi yang kuat. Sebagai Product Engineer, ia bertanggung jawab atas pengembangan produk hingga tahap akhir, memastikan kualitas dan fungsi dari produk jadi. Dalam wawancara bersama DQLab, Dony mengungkapkan tantangan yang dihadapi di tempat kerjanya.

“Di pekerjaan saya, saya banyak berurusan dengan audit data dari departemen produksi dan bagian lain. Namun, format datanya sering kali acak-acakan dan sulit digunakan. Sebagai contoh, Excel file-nya memiliki struktur yang berbeda-beda, sehingga sulit untuk melakukan Vlookup atau Xlookup,” ujarnya.

Ketika menemukan permasalahan ini, Dony merasa harus meningkatkan keterampilan datanya. Ia kemudian memutuskan untuk mengikuti bootcamp Excel di DQLab yang menawarkan modul khusus dalam data analysis dan automasi Excel, suatu keterampilan yang ternyata krusial dalam pekerjaannya.

“Saya enggak bisa ngatur orang sesuai keinginan saya, jadi saya yang belajar saja bagaimana caranya merapikan data itu,” lanjut Dony.


2. Pengalaman Belajar di DQLab: Sistematis dan Interaktif

Dony mengikuti bootcamp Excel DQLab yang didesain untuk mengasah skill dari tingkat dasar hingga mahir. Pengalaman belajar ini menurutnya sangat berbeda dengan kursus online lainnya. Ia mengapresiasi pendekatan DQLab yang membimbing dari level pemula hingga mahir secara bertahap.

“Pengalaman belajar online di DQLab salah satu yang terbaik. Dari tugas-tugas praktikum, saya bisa langsung mengaplikasikan apa yang saya pelajari ke dalam pekerjaan. Pembelajaran ini dibantu dengan adanya progress tracker yang membantu kita untuk melihat sejauh mana progress belajar,” ungkap Dony.

Di DQLab, mentor atau pengajar profesional seperti Mas Adit, tidak hanya mengajarkan teknik penggunaan Excel. Lebih jauh dari itu, menurut Dony para mentor juga memberi inspirasi dalam memanfaatkan keterampilan ini untuk memberikan nilai tambah yang lebih baik dalam pekerjaan. 

“Mas Adit mengingatkan bahwa belajar Excel itu penting, tapi lebih dari itu, bagaimana kita bisa memberikan insight yang berharga dan memberikan nilai tambah bagi pekerjaan kita.” lanjut Dony.


3. Implementasi Data Analysis dalam Pekerjaan: Dashboard Defect sebagai Solusi Efisiensi

Salah satu keberhasilan yang dirasakan Dony adalah ketika ia dapat langsung menerapkan ilmu data analysis ke dalam pekerjaan. Dengan kemampuan baru, Dony berhasil menciptakan dashboard yang memantau hasil audit dan mendeteksi kesalahan produk atau defect.

“Sebelumnya, data audit hanya sekadar jumlah defect dan permasalahannya apa saja. Tapi sekarang, saya bisa membuat dashboard yang lebih rinci. Misalnya, saya bisa memantau jenis defect apa yang paling banyak muncul dan kapan biasanya terjadi,” ujarnya. 

Dashboard ini tidak hanya memberikan insight kepada Dony tetapi juga seluruh tim, membuat mereka lebih responsif dan terfokus pada perbaikan area yang paling bermasalah. Selain itu, dengan prinsip pareto dalam manufaktur, Dony bisa memprioritaskan 20% masalah yang menyebabkan 80% dampak. Dalam presentasinya ke tim, ia memanfaatkan chart pareto untuk menunjukkan permasalahan utama yang perlu diperbaiki, sehingga tim lebih fokus dan pekerjaan menjadi lebih efisien.



4. Dampak Positif dari Kemampuan Data Analysis di Lingkungan Kerja

Dony menyebutkan, kemampuan yang ia dapatkan dari DQLab juga mengubah perspektifnya terhadap pentingnya data yang bersih dan terstruktur dalam pekerjaan sehari-hari yang ia lakukan. Bahkan itu juga berdampak bagi lingkungan sekitarnya.

“Sekarang, ketika melihat data yang tidak rapi, rasanya ‘gatal’. Saya ingin langsung merapikannya agar pekerjaan lain tidak tertunda,” tambahnya. 

Dampak positifnya terlihat dari peningkatan efisiensi kerja dan pengurangan waktu yang ia habiskan untuk melakukan tugas manual. Dengan kemampuan data analysis, Dony merasa menjadi lebih andal di tempat kerja.

 “Biasanya, banyak data CSV yang perlu dicek satu per satu, tapi dengan Power Query yang saya pelajari, saya bisa menggabungkan semua data dalam satu tampilan. Sekarang, saya dapat menyelesaikan tugas dalam waktu yang lebih singkat,” ujarnya.


5. Tips dari Dony untuk Profesional yang Ingin Menguasai Data Analysis

Sebagai seseorang yang sudah terjun di dunia profesional, Dony menegaskan bahwa upskilling di bidang data analysis memberikan dampak besar. Untuk teman-teman yang masih ragu untuk mengikuti kursus data analysis atau upskilling lainnya, Dony memberikan tiga tips utama yang bisa diterapkan, khususnya oleh para pemula:

  1. Jangan Berhenti Belajar, Sesuaikan dengan Tantangan Kerja

“Saya dulu berpikir posisi saya sebagai Product Engineer sudah sesuai dengan latar belakang pendidikan saya, tapi ternyata banyak tantangan kerja yang membutuhkan data analysis,” katanya. Tantangan ini, menurutnya, menjadi pemicu untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang ada di lapangan.
  1. Level-Up di Luar Lingkungan Kerja

Dony menganjurkan untuk terus mencari peluang pengembangan di luar tempat kerja.

“Saya sadar, untuk memberikan nilai lebih di pekerjaan, kita harus level-up skill kita. DQLab membantu saya untuk mencapai hal tersebut, terutama untuk analisis data menggunakan Excel yang sangat berguna di pekerjaan saya,” ujarnya.
  1. Catat Tantangan dan Kebutuhan, Proaktif Mencari Solusinya

Salah satu kunci keberhasilan Dony dalam pekerjaannya adalah catatan pribadi tentang masalah yang dihadapinya. Dengan cara ini, ia bisa menentukan apa yang perlu dipelajari.

“Dulu sebelum ikut DQLab, saya mencatat masalah yang saya alami di tempat kerja. Ternyata, kebutuhan saya sangat berhubungan dengan data. Dari situ, saya mencari kursus yang sesuai, dan DQLab menawarkan hal yang saya butuhkan,” ungkapnya.

Dari kisah Dony Martha Ajie, kita dapat melihat bahwa data analysis bukan hanya skill yang baik untuk dimiliki, tetapi juga kebutuhan utama di berbagai bidang, termasuk manufaktur. Dengan mengikuti program bootcamp di DQLab, Dony berhasil merubah cara ia bekerja, meningkatkan efisiensi, dan memberikan nilai lebih kepada timnya. Bagi para profesional yang ingin lebih menonjol dalam pekerjaan, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan, terutama dalam data analysis yang semakin relevan di era digital ini.


DQLab senantiasa membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar dan menambah skill baru, tidak peduli latar belakang pendidikan atau pekerjaan sebelumnya. Dengan pengalaman Dony sebagai inspirasi, kini saatnya memanfaatkan teknologi dan keterampilan data untuk memaksimalkan potensi di dunia kerja! Ikuti Bootcamp Data Analyst with Excel sekarang untuk ikuti jejak Dony!


Nama Member Dony Martha Ajie
Alumni Program LiveClass Batch 13
Karir Product Engineer di PT Indonesia Epson Industry
Foto

https://dqlab.id/files/dqlab/cache/3df7e6ad96c98d96d05cc1bacd391b5c_x_Thumbnail300.jpg

Mulai Karier
sebagai Praktisi
Data Bersama
DQLab

Daftar sekarang dan ambil langkah
pertamamu untuk mengenal
Data Science.

Buat Akun


Atau

Sudah punya akun? Login